Jumat, 30 November 2018

Move On Dari Narkoba



Narkoba tidak hanya menyasar para preman dan golongan  kolomerat, namun juga menyasar para siswa dan pelajar yang ada di sekolah sekolah  baik itu sekolah yang ada di perkotaan maupun yang ada di pelosok perdesaan. Narkoba bukan barang tabu lagi bagi sebagian pelajar. Kecanduan narkoba bisa pada diri seseorang bisa di sembuhkan selama si pemakai mau untuk meninggalkan nya dan tidak mengulangi untuk mencoba menggunakan nya lagi. Banyak contoh-contoh nyata yang kita temui di lingkungan kita orang orang yang kembali bertaubat. Dan Alhamdulillah mereka bisa dan sampai sekarang tidak mennggunakan nya lagi.
Pada kesempatan ini saya akan menyajikan kisah nyata para penikmat narkoba yang Move on dari narkoba dan kembali hidup dengan biasanya .

A.   Keluargaku,  Malaikat Penolongku
Rintik - rintik hujan mengiringi dingin nya malam, bintang – bintang dilangit tak satu pun yang bercahaya, binatang malam yang biasanya berkeliaran masih terlelap dalam peraduan malam. Dalam kegelapan malam muncul sesosok banyangan yang berbalut mantel hitam , menyeruak dalam keheningan.
“ bang Nescape satu“! pesannya   pada pemilik warung. Sambil berjalan menuju kearah Ku. Ngimana lancar pekerjaan nya sekarang? Tanya nya kepada ku, Alhamdullilah lancar bang, Jawab ku !
Pembicaraan kami terus berlanjut  dalam keheningan malam, sesekali terdengan suara kodok yang bernyanyi saling besahutan, membentuk melodi dan irama yang begitu syahdu. Ni bang Nescafenya, kata pemilik warung, sambil meletakan secangkir Nescafe dingin di atas meja.
Kalau melihat perilaku remaja sekarang ini di desa kita, sungguh sangat jauh sekali dengan perilaku dimasa kita, kata bang jeck memulai pembicaraan nya. Para pemuda sekarang banyak sekali yang kecanduan sabu-sabu,mariyuana, mereka banyak yang teler, moral nya hancur, kita yang orang tua tidak dihargainya, kata bang jeck dengan nada tinggi.   Dulu aku juga seorang pemabuk, aku pemakai “cimeng” (ganja) tapi perilaku ku tidak seperti mereka , lanjut nya.
Sambil menikmati manisnya Nescafe  bang jeck terus bercerita tentang masa lalunya yang pahit ketika berkenalan dengan “Linda” ( Lintingan Daun ganja). sejak aku duduk di bangku sekolah menegah pertama untuk pertama sekali aku berkenalan dengan ganja. Pada saat itu uang jajan yang diberikan oleh orang tuaku lebih dari cukup, dan sekolahku termasuk di perkotaan. Aku bergaul dengan banyak kawan - kawan yang usianya lebih tua dariku. Pada mulanya aku menggunakan “cimeng” hanya untuk gaya – gayaan, biar dikatakan macho, hebat oleh kawan-kawan. Sehingga lama-kelamaan aku menjadi kecanduan.
Mendapatkan ganja sangat mudah pada saat itu ! kata bang Jack, kami tidak perlu jauh-jauh untuk membeli nya. Sejak aku jatuh cinta pada “linda” aku tidak bisa jauh lagi dari nya, setiap  ada masalah hanya “linda” lah tempat pelarianku. Itu terus belangsung sampai aku telah berkeluarga dan telah dikarunia seorang Putra. Aku bahkan sering menggunakan ganja dirumah, awalnya istriku tidak curiga dengan apa yang aku hisab,dia hanya berpikir itu rokok.
Pada malam ketika aku sedang asyik nya menikmati Cimeng, tiba tiba istriku datang bertanya, Bang ! bau apa ini ? nampak nya berasal dari rokok abang! Pertanyaan nya membuat aku tersentak dan gugup, oh ini bau rokok Jawab ku, kok lain, baunya macam bau sampah yang dibakar, tanya istriku, lalu kenapa lintingan rokok itu agak besar, bukan seperti rokok yang ini, kata istriku sambil memengang sebatang rokok. Belum sempat aku menjawab pertanya istriku,anak ku datang kearah ku sambil membawa kertas kecil putih, ayah ayah... kertas ini untuk adek aja ya..,pinta anak ku !
Mata istriku melotot kearah ku, dia marah dan tak percaya apa yang dia lihat,
Ambil saja ! sana bobok dulu kata ku pada ananda ku. Bang jeck menarik napas panjang, sambil menghembuskan asap rokok kelangit-langit.  Setelah anak ku tidur, bang jeck melanjutkan ceritanya, istri ku mengambil semua rokok ku dan bungkusan kecil yang aku selipkan di lipatan celanaku, semua nya dibuang kedalam tong sampah. Dengan berlinang air mata dia berkata, bang .. lihat aku, lihat anak mu, lihat ibu kita, kenapa abang lakukan itu semua. Apa kah abang tidak takut kepada Allah, yang setiap saat melihat apa yang abang lakukan,kelak dihari kiamat Allah akan  membalas semua yang abang perbuat, jangan abang gadaikan surga dengan ganja.
Aku hanya  tertenduk lesu, diam seribu bahasa mendengar kata istriku. Bang anak kita sudah besar, apabila dia tahu ayah nya seorang pecandu narkoba, apa yang harus kita kata kan kepada nya, bila dia kelak dewasa bangaimana kita membimbingannya. Bila abang di tangkap oleh polisi apa yang akan kita katakan padanya, dia akan akan nerasa terpukul dan malu setiap hari diejek kawan nya. 
Lihat lah salah satu keluarga kita yang dulu nya kaya, karena kecanduan shabu -shabu sekarang semua harta nya habis, anak nya tidak terurus, istrinya malu untuk berjumpa dengan tetangga, ibu nya setiap hari menangis mendoakan anak nya.
Sudah lah jangan banyak bicara,  aku mau tidur kata bang Jeck ! tidak bang.. kita harus bicara, malam ini abang harus janji pada ku, abang tidak akan  mengkomsumsi ganja lagi ! sanggah istriku. Lihat ibu bang, bagaimana dulu ibu membesarkan abang , mengajarkan abang, walau lelah beliau terus membina dan membimbing abang, inikah balasan abang untuk beliau, bagaimana hancurnya hati ibu bila tahu ini balasan yang abang berikan untuk ibu,kata istriku dengan linangan air mata, membuat aku tertunduk lesu.
Belum habis istriku berkata, aku pun pergi tidur dikamar, sambil sekali kali menyapu air mata. Pikiranku melayang, setiap kata yang di ucapkan oleh istriku selalu tergiang dalam pikiran. Setelah kejadian itu berlahan-lahan aku mencoba untuk merobah diri, yang dulu nya menghisap 2 batang sehari, kini berlahan lahan tingal sebatang dalam satu minggu. Istri ku sangat senang melihat perubahan yang telah aku lakukan, enam bulan lamanya aku mencoba untuk terus berusaha untuk tidak memakai ganja lagi. Alhamdullilah sekarang sudah  enam tahun tidak lagi mengkosumsi ganja. Jelas bang Jeck.
Untuk sejenak bang jeck meneguk Nescape  yang hanya tingal impasnya. Ini lah yang sekarang membuat aku marah melihat anak-anak muda memakai narkoba. Padahal itu semua tidak ada gunanya, hanya akan menghancurkan dirinya sendiri, dan kelak akan disiksa dalam neraka. Jangan lah kita membeli neraka dengan narkoba, tapi belilah surga dengan sadakah pesan bang jeck. 



1 komentar: