Narkoba
tidak hanya menyasar para preman dan golongan
kolomerat, namun juga menyasar para siswa dan pelajar yang ada di
sekolah sekolah baik itu sekolah yang
ada di perkotaan maupun yang ada di pelosok perdesaan. Narkoba bukan barang
tabu lagi bagi sebagian pelajar. Kecanduan narkoba bisa pada diri seseorang
bisa di sembuhkan selama si pemakai mau untuk meninggalkan nya dan tidak
mengulangi untuk mencoba menggunakan nya lagi. Banyak contoh-contoh nyata yang
kita temui di lingkungan kita orang orang yang kembali bertaubat. Dan
Alhamdulillah mereka bisa dan sampai sekarang tidak mennggunakan nya lagi.
Pada
kesempatan ini saya akan menyajikan kisah nyata para penikmat narkoba yang Move
on dari narkoba dan kembali hidup dengan biasanya .
A.
Keluargaku, Malaikat Penolongku
Rintik - rintik hujan mengiringi dingin nya malam, bintang – bintang dilangit tak satu
pun yang bercahaya, binatang malam yang biasanya berkeliaran masih terlelap
dalam peraduan malam. Dalam kegelapan malam muncul sesosok banyangan yang
berbalut mantel hitam , menyeruak dalam keheningan.
“
bang Nescape satu“! pesannya pada pemilik warung. Sambil berjalan menuju
kearah Ku. Ngimana lancar pekerjaan nya sekarang? Tanya nya kepada ku,
Alhamdullilah lancar bang, Jawab ku !
Pembicaraan
kami terus berlanjut dalam keheningan
malam, sesekali terdengan suara kodok yang bernyanyi saling besahutan,
membentuk melodi dan irama yang begitu syahdu. Ni bang Nescafenya, kata pemilik
warung, sambil meletakan secangkir Nescafe dingin di atas meja.
Kalau
melihat perilaku remaja sekarang ini di desa kita, sungguh sangat jauh sekali
dengan perilaku dimasa kita, kata bang jeck memulai pembicaraan nya. Para
pemuda sekarang banyak sekali yang kecanduan sabu-sabu,mariyuana, mereka banyak
yang teler, moral nya hancur, kita yang orang tua tidak dihargainya, kata bang
jeck dengan nada tinggi. Dulu aku juga
seorang pemabuk, aku pemakai “cimeng” (ganja) tapi perilaku ku tidak seperti
mereka , lanjut nya.
Sambil
menikmati manisnya Nescafe bang jeck
terus bercerita tentang masa lalunya yang pahit ketika berkenalan dengan
“Linda” ( Lintingan Daun ganja). sejak aku duduk di bangku sekolah menegah
pertama untuk pertama sekali aku berkenalan dengan ganja. Pada saat itu uang
jajan yang diberikan oleh orang tuaku lebih dari cukup, dan sekolahku termasuk
di perkotaan. Aku bergaul dengan banyak kawan - kawan yang usianya lebih tua
dariku. Pada mulanya aku menggunakan “cimeng” hanya untuk gaya – gayaan, biar
dikatakan macho, hebat oleh kawan-kawan. Sehingga lama-kelamaan aku menjadi
kecanduan.
Mendapatkan
ganja sangat mudah pada saat itu ! kata bang Jack, kami tidak perlu jauh-jauh
untuk membeli nya. Sejak aku jatuh cinta pada “linda” aku tidak bisa jauh lagi
dari nya, setiap ada masalah hanya
“linda” lah tempat pelarianku. Itu terus belangsung sampai aku telah
berkeluarga dan telah dikarunia seorang Putra. Aku bahkan sering menggunakan
ganja dirumah, awalnya istriku tidak curiga dengan apa yang aku hisab,dia hanya
berpikir itu rokok.
Pada malam ketika aku
sedang asyik nya menikmati Cimeng, tiba tiba istriku datang bertanya, Bang !
bau apa ini ? nampak nya berasal dari rokok abang! Pertanyaan nya membuat aku
tersentak dan gugup, oh ini bau rokok Jawab ku, kok lain, baunya macam bau sampah
yang dibakar, tanya istriku, lalu kenapa lintingan rokok itu agak besar, bukan
seperti rokok yang ini, kata istriku sambil memengang sebatang rokok. Belum
sempat aku menjawab pertanya istriku,anak
ku datang kearah ku sambil membawa kertas kecil putih, ayah ayah... kertas ini
untuk adek aja ya..,pinta anak ku !
Mata
istriku melotot kearah ku, dia marah dan tak percaya apa yang dia lihat,
Ambil
saja ! sana bobok dulu kata ku pada ananda ku. Bang jeck menarik napas panjang,
sambil menghembuskan asap rokok kelangit-langit. Setelah anak ku tidur, bang jeck melanjutkan
ceritanya, istri ku mengambil semua rokok ku dan bungkusan kecil yang aku
selipkan di lipatan celanaku, semua nya dibuang kedalam tong sampah. Dengan
berlinang air mata dia berkata, bang .. lihat aku, lihat anak mu, lihat ibu
kita, kenapa abang lakukan itu semua. Apa kah abang tidak takut kepada Allah,
yang setiap saat melihat apa yang abang lakukan,kelak dihari kiamat Allah akan membalas semua yang abang perbuat, jangan
abang gadaikan surga dengan ganja.
Aku
hanya tertenduk lesu, diam seribu bahasa
mendengar kata istriku. Bang anak kita sudah besar, apabila dia tahu ayah nya
seorang pecandu narkoba, apa yang harus kita kata kan kepada nya, bila dia
kelak dewasa bangaimana kita membimbingannya. Bila abang di tangkap oleh polisi
apa yang akan kita katakan padanya, dia akan akan nerasa terpukul dan malu
setiap hari diejek kawan nya.
Lihat
lah salah satu keluarga kita yang dulu nya kaya, karena kecanduan shabu -shabu
sekarang semua harta nya habis, anak nya tidak terurus, istrinya malu untuk berjumpa
dengan tetangga, ibu nya setiap hari menangis mendoakan anak nya.
Sudah lah jangan banyak
bicara, aku mau tidur kata bang Jeck !
tidak bang.. kita harus bicara, malam ini abang harus janji pada ku, abang tidak
akan mengkomsumsi ganja lagi ! sanggah
istriku. Lihat ibu bang, bagaimana dulu ibu membesarkan abang , mengajarkan
abang, walau lelah beliau terus membina dan membimbing abang, inikah balasan
abang untuk beliau, bagaimana hancurnya
hati ibu bila tahu ini balasan yang abang berikan untuk ibu,kata istriku dengan
linangan air mata, membuat aku tertunduk lesu.
Belum
habis istriku berkata, aku pun pergi tidur dikamar, sambil sekali kali menyapu
air mata. Pikiranku melayang, setiap kata yang di ucapkan oleh istriku selalu
tergiang dalam pikiran. Setelah kejadian itu berlahan-lahan aku mencoba untuk
merobah diri, yang dulu nya menghisap 2 batang sehari, kini berlahan lahan
tingal sebatang dalam satu minggu. Istri ku sangat senang melihat perubahan
yang telah aku lakukan, enam bulan lamanya aku mencoba untuk terus berusaha
untuk tidak memakai ganja lagi. Alhamdullilah sekarang sudah enam tahun tidak lagi mengkosumsi ganja.
Jelas bang Jeck.
Untuk
sejenak bang jeck meneguk Nescape yang
hanya tingal impasnya. Ini lah yang sekarang membuat aku marah melihat anak-anak
muda memakai narkoba. Padahal itu semua tidak ada gunanya, hanya akan
menghancurkan dirinya sendiri, dan kelak akan disiksa dalam neraka. Jangan lah
kita membeli neraka dengan narkoba, tapi belilah surga dengan sadakah pesan
bang jeck.








